Model Pembelajaran Jigsaw

Updated: Nov 24, 2019

Sebuah cuplikan menarik Video Model Pembelajaran Cooperative Learning Metode Jigsaw oleh Bpk. Bhekti Heri Utomo. Sumber berasal dari channel Youtube beliau : Harryzah Education

Definisi

Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw merupakan model pembelajaran kooperatif, siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang dengan memperhatikan keheterogenan, bekerjasama positif dan setiap anggota bertanggung jawab untuk mempelajari masalah tertentu dari materi yang diberikan dan menyampaikan materi tersebut kepada anggota kelompok yang lain.


Langkah - Langkah Kegiatan Pembelajaran :

  1. Membentuk kelompok heterogen yang beranggotakan 4 – 6 orang

  2. Tiap orang dalam kelompok diberi sub topik yang berbeda.

  3. Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan sub topik masing-masing dan menetapkan anggota ahli yang akan bergabung dalam kelompok ahli.

  4. Anggota ahli dari masing-masing kelompok berkumpul dan mengintegrasikan semua sub topik yang telah dibagikan sesuai dengan banyaknya kelompok.

  5. Kelompok ahli berdiskusi untuk membahas topik yang diberikan dan saling membantu untuk menguasai topik tersebut.

  6. Setelah memahami materi, kelompok ahli menyebar dan kembali ke kelompok masing-masing, kemudian menjelaskan materi kepada rekan kelompoknya.

  7. Tiap kelompok memperesentasikan hasil diskusi.

  8. Guru memberikan tes individual pada akhir pembelajaran tentang materi yang telah didiskusikan.

  9. Siswa mengerjakan tes individual atau kelompok yang mencakup semua topik.


Kelebihan Model Pembelajaran Jigsaw

  • Mempermudah pekerjaan guru dalam mengajar, karena sudah ada kelompok ahli yang bertugas menjelaskan materi kepada rekan-rekannya.

  • Pemerataan penguasaan materi dapat dicapai dalam waktu yang lebih singkat

  • Metode pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk lebih aktif dalam berbicara dan berpendapat.


Kekurangan Model Pembelajaran Jigsa

  • Prinsip utama pembelajaran ini adalah ‘peer teaching’, pembelajran oleh teman sendiri, ini akan menjadi kendala karena perbedaan persepsi dalam memahami konsep yang akan diskusikan bersama siswa lain.

  • Apabila siswa tidak memiliki rasa percaya diri dalam berdiskusi menyampaikan materi pada teman.

  • Rekod siswa tentang nilai, kepribadian, perhatian siswa harus sudah dimiliki oleh guru dan biasanya butuh waktu yang sangat lama untuk mengenali tipe-tipe siswa dalam kelas tersebut.

  • Butuh waktu yang cukup dan persiapan yang matang sebelum model pembelajaran ini bisa berjalan dengan baik.

  • Aplikasi metode ini pada kelas yang lebih besar (lebih dari 40 siswa) sangatlah sulit.



327 views1 comment

Sekolahmodel telah menginspirasi Anda?

Bantu dan dukung kami dengan 3 hal berikut :

Sebarkan ke rekan Guru lain

Kirimkan Video Mengajar Anda

Subscribe channel kami

Mau update informasi dan konten terbaru?

Like Facebook Page

Follow Instagram

© 2020 by Sekolah Model